10 Mar 2015

TRIK ATASI PARA GADGETERS

Standard
Guys and Gals. Pernah ga sih kalian melihat orang ato temen sendiri lagi jalan tapi kepalanya nunduk kebawah terus. Kalo misalnya dia nunduk buat menjaga mata dari pandangan yang aduhai okelah ga papa itu emang dianjurkan. Tapi yang gue liat ini beda banget dari perasangka baik gue. Nah, pas dia nabrak tiang listrik, baru gue ketawain tuh orang. Rasanya puas banget gue ketawa. Sepuas pensiunannya seorang jomblo. Serius. Ini bukan ketawa diatas penderitaan orang loh ya. Tapi gue ketawa karena otak dia lagi nempel di gadget yang dia pegang. Ya rasain aja tiang listrik, biar dia tobat.
Ternyata ga cuman di jalan aja orang-orang yang kayak gitu. Gue cuman bisa geleng-geleng kepala. Niatnya sih pengen kumpul bareng temen sambil bernostalgia. Secara, gue bosen banget sama tugas-tugas kampus yang bikin penat. Eh, malah tau-tau judul kumpulnya berubah jadi kumpul bareng sambil bergadget ria. Ada yang duduk di samping gue mention-mentionan sama yang duduk di depan gue. Yang di depan gue mention gue tapi karena ga gue mention back gara-gara hp gue ketinggalan di rumah akhirnya dia nyuruh gue "mentionin gue dong". Gue? Bodo amat. Ya sama aja kan ya? ga ada bedanya gue di rumah sambil mantengin layar lepi. Malah enakan dirumah sambil nonton nobita si jomblo yang lagi ngejar-ngejar sakura #eh.
Bagi kalian yang pernah ngerasain ato ngeliat orang-orang yang kayak gitu. Gue punya trik untuk menarik perhatian mereka dari gadget-gadget pemusnah perasaan para jomblo yang ga tau harus chat ke siapa, harus berbagi rasa apa, harus cemburu ke siapa, dan harus berbuat apa. Kalo udah kayak gitu ya paling cuman bengong doang sambil meratapi nasib. Kasihan banget kan jomblonya? Ini triknya:
Satu. Tabrak dia dari depan. Di jamin sukses bro. Asalkan hp-nya ikutan jatuh plus hancur berantakan. Ga perlu takut walopun sengaja. Nanti kalo dia marah bilang aja salah sendiri jalan ga liat-liat. Kalo dia bilang lo ga perhatian. Bilang lagi, capek deh...
Dua. Curi hp-nya terus lari. Cara ini emang lumayan beresiko. Karena, salah-salah lo bakalan di hakimi masa dituduh telah membegal orang. Tapi kalo berhasil, lumayan asyik tuh. Lo bakalan main kejar-kejaran sama orang itu dan misi kamu selesai. Kalo udah puas kejar-kejarannya, Hp-nya kembalikan lagi jangan di bawa pulang juga ya hhe.
Tiga. Mengemislah di depannya. Barang kali dia akan mengalihkan perhatiannya ke lo dan ngasih selembar uang kan lumayan tuh dapet uang jajan tambahan. Tapi kalo tetep cuek juga ya kembali lagi ke trik satu dan trik dua.
Terakhir, semoga sukses ya Mas Bro and Mbak Sis dalam misi rahasia mengembalikan keharmonisan dunia yang dirampok gadget-gadget itu. Selamat bekerja. Oya, kalo ada yang masih kurang jangan lupa di tambah di komen ya hehehe

8 Mar 2015

CINTA DALAM KRISIS

Standard
Kamu mengingatkanku pada krisis asia 1997 yang memporak-porandakan stabilitas ekonomi indonesia. Pada saat itu, harga-harga melambung tinggi bahkan nilai tukar rupiah pun terus anjlok menyentuh angka 17.000 terhadap satu dollar Amerikanya. Mengerikan memang dan menyengsarakan pastinya.
Aku tidak bisa membayangkan jika krisis renjana yang terjadi diantara kita ini adalah reinkarnasi dari krisis ekonomi 97 yang sedang mengobrak-abrik stabilitas cinta dua hati manusia ini. Terdengar aneh memang mensejajarkan cinta dengan ekonomi. Tapi aku sudah berkeliling di dunia kata mencari sinonim yang paling cocok dan paling tepat untuk menggambarkan betapa mengerikannya krisis yang sedang kita alami ini. Dan akhirnya aku harus menggunakan tragedi 97 agar dapat kamu pahami secara jelas dan nyata.
Aku sadari, krisis ini memang tidak lepas dari sektor cinta dan sektor aksi. Bahwa, seromantis apapun kata yang ditopang dengan gombalan-gombalan berkelas apapun itu tetap tidak akan lepas dari sektor aksi sebagai bukti karena pada hakekatnya cinta itu memerlukan bukti riil agar dapat menekan inflasi perasaan yang membabi buta pada titik terendahnya. Jika krisis terjadi, kepercayaan pada cinta pun dinilai layaknya daun tertiup angin. Cinta tak lagi bernilai bahkan terancam teracuhkan. Dan untuk itu, aku menyadarinya bahwa aku tak pernah mentransformasikan renjana itu menjadi nyata sebagaimana yang kamu rasakan dalam diary-diarymu yang tertinggal.
Aku harap, dengan perbaikanku pada sektor aksi nantinya dapat membuat bibirmu kembali tersenyum sebagaimana dulu ketika kita bertemu untuk pertama kalinya jika kamu mengingatnya dengan jelas. Setidaknya, cinta ini tak boleh kandas akibat inflasi. Bahtera ini masih panjang hingga usia menutup masa. Masih jauh sejauh mata memandang.

7 Mar 2015

MOVE ON DALAM PROSES FISIKA

Standard
Aku rasa, cinta akan lenyap di lumat dingin. Baru-baru ini, aku belajar proses fisika dimana suatu hubungan yang renggang, kerja keras tak berbalas, harapan yang kandas, itu semua berakibat pada penurunan suhu cinta yang ada. Maka tak heran jika tiba-tiba saja segumpal darah dalam dada mengalami penyusutan perasaan karena keadaan yang cukup lama terdiam dalam kebekuan rasa. Itu hal yang wajar dan sangat alamiah terjadi jika tidak ada gaya gesek kinetis antara dua hati yang berbeda. Gaya gesek kinetis adalah gerak yang merubah energi kinetis menjadi gelora cinta yang membara disebabkan gesekan perasaan. Adanya timbal balik yang membuat suhu tetap dalam derajatnya yang normal asalkan tidak terpapar oleh panas cemburu yang membabi buta. Jika itu terjadi, itu berbahaya, bahkan fatal, dapat terjadi ledakan.
Setelah ku pelajari lebih lanjut aku terkejut. Ternyata proses fisika tersebut mempunyai pertalian erat antara aku sebagai adam dan kamu sebagi hawa. Hal tersebut bisa terjadi kepada siapa saja baik aku maupun kamu. Hanya saja, dalam konteks ini aku tidak mengharapkan kejadian itu bereaksi dalam diriku ataupun dalam dirimu. Tapi ekspektasi hanyalah ekspektasi tidak selalu menjadi nyata yang pada akhirnya kita akan berdamai dalam ketetapan.
Jika itu terjadi dan waktu menjadi saksi. Aku harap tidak ada proses rasa yang membuat segumpal darah ini seperti mengalami evaporasi perasaan dimana air cinta menguap terpapar sang surya terus-menerus menjadikannya kering gersang bahkan tumbuhan mati kehausan. Aku tidak bisa membayangkan betapa sakitnya hatiku ini alami penguapan rasa. Aku harap tidak seperti itu. Aku harap proses penyusutan cinta itu berjalan normal lantas menghilang tak terasa bukan seperti alami sekarat akibat dehidrasi.
Tapi ternyata aku gagal, penyusutan itu tidak sesempurna ekspektasiku. Terkadang, gesekan yang kamu lakukan pada hatiku membuat udara memanas secara mendadak terlepas dari proses-proses fisika yang aku ketahui. Terkadang, kamu muncul disaat yang tak terduga. Terkadang pula kamu ada terjangkau oleh mata. Aku takut, kejadian mendadak seperti itu akibatkan infark miokardial yang berakibat fatal. Semoga, selama proses ini berlangsung walau ada sedikit interupsi mendadak aku harap berakhir dengan sempurna lantas menghilang dan terlupakan.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy".

6 Mar 2015

TEMAN VS SAHABAT

Standard
Melihat postingan temen gue. Eh, sahabat gue ding yang nge-post tulisan mengenai sahabat, yang satu bernama Om Andi yang katanya sahabat itu kayak kepongpong terus ga kayak kartu sim HP dan lain sebagainya. Pokoknya lo bakalan paham kalo lo kunjungin blognya. Yang kedua bernama Tante Agi. Katanya sih sahabat itu harus kampret, terbuka, fleksibel, mau dengerin curcol sahabat di dalem jamban, yang satu duduk diatas kloset dan yang satu duduk setia pasang kuping plus buka kesabarannya lebar-lebar sambil nge-mie ayam. Kalo penasaran juga, jangan segan-segan untuk mampir ke blognya ya.
Ngebahas tentang kampret gue setuju banget sama Agi. Sahabat itu haruslah kampret yang ga jaga imej, ga gengsian apalagi panuan. Gue tambahin lagi disini sahabat itu setidaknya menurut seorang peneliti bernama Mr. PretKam katanya, kadar kekampretan seorang sahabat itu harus diatas 70 persen. Nah kalo ga nyampe segitu ya tetep sahabat, yang penting seperti yang Tante Agi dan Om Andi tulis. Ya soalnya kan orang itu berbeda-beda. Ada yang kalem, pemalu, kampret, kampret banget, dan super kampret banget. Tapi jangan baru kenal terus biar dianggap sahabat sama kenalannya akhirnya dikeluarin juga tuh jurus kampretnya. Contohnya kayak gini.
Cowok: Eh kenalin, nama gue Ganteng. Lo siapa?.
Cewek: Gue Fatinem.
Cowok: Kok lo gendutan sih? Makan gajah ya? Kok ga bagi-bagi ke gue?
Cewek: Gendut muke lo! Mentang-mentang nama gue Fat trus lo nganggep gue lemak gitu ya. Emang lu siape? Heh!?
Nah loh, cowoknya langsung pingsan apalagi kalo dia jomblo. Niatnya mau PDKT malah masuk rumah sakit jiwa. Bahaya tuh. Jangan ditiru. Biar lo tahu perbedaan sahabat dan teman secara jelas dan gamblang, ini gue kumpulin kata-kata dari meme-meme terlucu yang gue temuin di gugel dari meme comic id. Langsung aja ya:

SATU: Lagi Mandi
Teman
1. Bro jangan lama-lama ya.
2. Iya Bro santai aja.
Sahabat
1. Woy kampret lama amat mandinye. Gue sumpahin kepleset tau rasa lo.
2. Bodo amat lagi berak.

DUA: Lagi Sakit
Teman
1. Bro cepet sembuh ya…
2. Oke thanks Bro.
Sahabat
1. Jiah si Kampret sakit makanya jangan main di got.
2. Njeh… Mas Bro. Udah sembuh gue tendang lo ke got.

TIGA: Lagi Jomblo
Teman
1. Sabar Bro. Bakalan indah pada waktunya kok.
2. Oke tengkyu ya.
Sahabat
1. Mampus lo bujang lapuk ga nikah-nikah.
2. Ga nyadar lo? Lo juga jomblo nyet.
Sekarang udah paham kan perbedaanya sahabat sama teman. Makasih banyak sudah berkunjung. Kalo menurut lo sahabat itu gimana sih? 

5 Mar 2015

SURAT CINTA: Pelangi Pinky

Standard
Sudah lama aku menantikan hujan bertandang di hatiku. Sejak musim semi berlalu membawa suka dan duka. Menciptakan eskalasi rindu siaga satu. Mengekspansi hati dengan epidemi renjana. Itu tidak mudah kawan. Kamu tahu. Aku yakin kamu tahu apa akibatnya jika hujan tak kunjung tiba. Sakit. Kalbuku ini hampir menderita dehidrasi kerinduan akan hadirmu sedangkan musim panas terakhir tenggorokanku tercekat betapa perihnya jiwa ini alami evaporasi perasaan. Tapi kamu tak pernah menyadarinya sejak mata bertemu di musim semi kala itu.
Aku tidak akan menyalahkan keadaan atau dirimu dengan sederet kata 'seharusnya' yang dirangkai oleh sentimen. Atau dengan memujimu terlebih dahulu lantas di tengahnya ku selipkan kata tetapi. Ya itulah dirimu dan inilah diriku dalam perbedaan. Aku terima. Dan aku sadari aku nyaris sekarat untuk mengoperasi sebuah kata 'bagaimana'. Aku sudah berusaha sebaik yang aku bisa. Tapi, tampaknya musim dingin segera tiba. Aku rasa kamu juga akan tetap seperti itu. Entah berapa musim berlalu, dingin sepertinya adalah musim yang paling kamu sukai sedangkan sederet musim panas dan gugur sepertinya aku mulai terbiasa dengan keadaan itu.
Aku bukan sedang mengemis belas kasih atau simpati darimu. Jika itu terlintas dalam pikiranmu sebaiknya kamu usap terlebih dahulu. Surat ini ada hanyalah transmisi rindu dari beku dan juga sebagai penghantar tresna dariku layaknya selembar surat berstempel cinta yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan resmi dan tersohor. Itu yang aku maksud.
Di negeri ini, hujan turun di musim dingin. Aku ingin berpesan jika kamu temukan warkat ini entah dimana dan dari siapa. Cobalah tengok langit siang hari dikala hujan menyapa jendela flatmu. Jika kamu temukan pelangi pinky di kornea matamu, itu diriku mencoba menjadi busur spektrum cinta yang siap melesatkan anak panah renjana pada hatimu yang pada akhirnya, kamulah yang menentukan kembali menutup jendala atau membiarkan panah itu membelah bongkahan batu es milikmu. Tapi seandainya tak kamu temukan keluwung itu berarti hatiku telah damai dengan ketetapan-Nya. Maka, hujan di mataku dan di matamu layaknya hujan-hujan sebelum diriku dan dirimu lahir ke dunia.
Ku tulis surat ini secara singkat ketika pagi hujan merindu pelangi. Pada saat itu aku lihat bianglala membentuk busur indahnya tepat dimana kamu tinggal. Aku harap kamu baik-baik saja.
Salam dariku
Lelaki picisan dihadapanmu.

4 Mar 2015

SEDIHNYA NELFON GA DIANGKAT

Standard
Kemarin gue kesel banget sama temen gue. Kalo ada jomblo di samping gue bakalan gue lempar tuh jomblo ke muka orang itu. Biar ikutan merasakan betapa sakitanya hati tak pernah temukan cinta. Itu kalo jomblonya cowok. Kalo jomblonya cewek mending gue pedekatein dulu aja barang kali bisa gue lamar ke ortunya. Secara, sayang kan masak ada makhluk lembut disia-siakan. Pasti hatinya terluka kalau gue lempar-lempar gitu. Owh so sweet. Tapi dengan syarat, itu kalo ceweknya cantik. Kalo ceweknya standar kebawah ya dipersilahkan meninggalkan tempat aja dengan baik baik sebelum gue berubah pikiran. Hahaha peace, canda.
Tapi serius kemarin gue hampir ngupil pake kelingking kaki mikirin temen gue itu. Dia pernah bilang kalo batre smartphone-nya cepet habis. Makanya kalo kemana-mana di airplane mode. Ke kampus, ke pasar, di jalan, di rumah semua di airplane mode. Dia bakalan buka tuh airplane mode-nya kalo dia pengen nelpon ke orang lain aja.
Kebetulan puncaknya gue lagi butuh banget dia. Butuh tentang sebuah kepastian akan perkembangan dia makcomblangin gue dengan cewek inceran gue. Wow ceritanya gue lagi pedekate nih. Biar kalo gue berdiri di samping orang ga di lempar juga ke tong sampah gara-gara gue jomblo. Yaelah serius banget sih bacanya. Ceritanya gue lagi butuh aja sama orang itu. Gue telfon. Ga bisa-bisa. Kata operatornya maaf kamu jomblo harap hubungin lagi nanti. Kampret dah temen gue itu. Gue tau dia selesai kuliah jam 3 sore. Gue telfonya pas di kampus. Kalau hp-nya di airplane mode gara-gara takut ngeganggu kuliah dia okelah. Tapi kan ini udah jam 3 lebih masak masih mati juga. Terlalu mainstream banget.
Di saat yang tepat gue ketemu dia lagi duduk di rumah. Gue samperin aja. Gue cerita panjang lebar tentang SW (Summoners War) karena gue lupa kejadian sore itu. Nah pas gue inget gue bilang. Mas Bro, Mending mana ga bisa di telfon gara-gara di airplane mode atau ga bisa di telfon gara-gara batrenya habis. YA SAMA AJA! Sama-sama ga bisa di telfon. Dia cuma cengar-cengir doang sambil minta maaf eh tau-tau dia bales omongan gue.
Mending mana ga bisa di telfon padahal lo di rumah deket colokan charger tapi hp-nya di airplane mode. Cuma pake WIFI trus ngegame seharian ato lo nge-reject telfon gara-gara yang telfon gue secara gue ganggu lo main SW? Ya sama aja ga bisa di telfon Mas Bro.
Gue ketawa. Lagian lo jomblo sih Mas Bro. Sebelum dia bales lagi gue bilang. Santai aja, gue juga jomblo kok Mas Bro.
Nah kalo buat kalian yang udah ber-couple kira-kira mending mana di read doang ato nggak di read sama sekali tapi dia rajin update status? Ato pertanyaannya buat umum aja deh nggak papa. Hhe

3 Mar 2015

SURAT CINTA: Jawaban Atas Kerisauan

Standard
Kali ini aku telah membaca surat cintamu. Tepatnya kemarin sore selepas kuliah. Aku tidak menyangka ternyata kamu menanggapi tulisanku tentangmu. Membaca suratmu, berarti memalukan diriku sendiri tersenyum tanpa sadar memandang layar handphone setelah dosen beranjak pergi. Jika kamu melihatku tanpa sengaja di kampus atau di jalan sedangkan aku tidak mengetahuimu maka jangan heran jika aku sering tersenyum sepanjang bulevar menatap layar gadgetku. Itu tulisanmu yang aku baca berulang-ulang jika kamu mengetahuinya. Teman-temanku juga tampaknya memandangku aneh. Tapi aku tak peduli. Ini surat cintamu dan aku menyukainya.
Aku sudah berusaha keras untuk membalas surat cintamu tapi selalu saja berakhir pada diary lamaku yang penuh dengan kisahmu ini. Termasuk hari ini aku terbangun di pagi hari dengan pena masih menempel pada jemari. Aku baru sadar. Semalam, aku melahap waktu hanya untuk menuliskan rasa dalam diam. Bukan. Bukan maksudku tak mau membalas warkatmu. Tapi diary ini hampir tutup buku tepat di hari ulang tahunmu. Dan aku akan menghadiahkan buku mungil ini kepadamu sebagai hadiah hatiku. Aku yakin. Kamu akan terkejut dengan kumpulan kisah lucu menggelitik hati dalam hidup yang kita lalui bersama. Aku sangat detil. Sepertinya tidak ada kejadian dan perasaan yang terlewat. Aku mengumpulkannya. Aku mendokumentasikannya sebagai hiburan ketika tua menyapa kita. Romantis bukan?
Tapi satu hal yang aku tidak mengerti tentangmu saat itu. Kamu begitu dingin ketika aku duduk di kursi di perpustakaan kampus. Aku selalu mencoba mencairkan suasana sedapat dan sebaik yang aku bisa. Ini adalah kejadian konyol yang paling meremas sentimenku. Sebagai seorang penulis, aku hampir pingsan untuk mengumpulkan data kenapa kamu bersikap seperti itu. Berbagai deduksi mengalir dalam kraniumku yang hampir saja membuatku penat memikirkan kemungkinan yang paling tepat atas sikapmu. Tapi selalu saja solusi yang aku buat gagal. Dan dari berbagai kemungkinan itu aku tuliskan juga dalam diaryku ini yang mungkin akan membuatmu kagum betapa rempongnya pikiranku saat itu. Tapi suratmu tadi malam sepertinya kamu menerima kode kegelisahanku dan kini aku mengerti.
Akhirnya, ini suratku untukmu yang kubuat secara kilat tapi tidak mengurangi rasa dan diksi seperti dalam standar karya-karyamu. Juga sebagai balasan dari penantianmu akan suratku jika kamu bingung atas sikapku.
Salam dariku
Seorang lelaki picisan dihadapanmu.

2 Mar 2015

KAMU ADALAH INSPIRASIKU

Standard
Membaca tulisan-tulisanmu membuatku pening. Semacam ada detonator yang merekat diujung pikiran yang bisa saja meledak secara masif di dalam istana serebrumku. Dari detik ke detik, kepalaku seperti di injeksi oleh sebuah gas hidrogen yang dengan masa seringan itu tentunya dapat membuat kepalaku melayang tinggi di udara namun jika ada satu saja pemantik api yang menyala maka seketika akan meleburkan seluruh pusat sistem saraf yang ada didalam kraniumku ini. Dalam situasi seperti ini aku rasa kamu telah menyiksaku secara tidak sadar. Kamu paksa aku tetapi secara persuasif untuk terus membuka kamus disetiap kata yang aku jumpai. Anehnya aku menurut saja walau kepalaku ini hampir meledak.
Aku yakin kamu gunakan sihir ketika kamu rangkai jalinan katamu itu. Buktinya, walau sudah larut malam dan mata ingin rehat tapi sebuah rasa yang muncul dari lubuk hati yang terdalam membuatku tetap terjaga. Rasa itu begitu kuat. Rasa yang tak pernah merasa puas jika aku tak menyelesaikannya segera. Ternyata benar kamu gunakan sihir disetiap diksi yang membuat keningku berkerut dan berujung kepada glosarium atau yang sejenisnya.
Membaca karyamu bukan ide yang bagus sebenarnya. Karena hal itu akan membuatku melupakan waktu. Melesat begitu saja melewati batas-batas perasaan. Aku heran aku tak merasakan bosan. Aku heran aku tak merasakan lelah. Aku heran aku tak merasakan penat. Hanya satu pening yang aku rasakan adalah ketika aku membaca 'kata'nya tetapi aku tak mengerti artinya. Padahal kamu gunakan bahasa indonesia. Secara tidak langsung kamu rendahkan dan permalukan diriku dengan pengetahuanku. Kamu permainkan perasaanku sedangkan eskalasi rasa ingin tahuku memuncak untuk tetap setia membuka kamus lembar demi lembar. Aku salut padamu. Untuk saat ini, kamu telah membuka pikiranku untuk menganggapmu laksana perpaduan seorang sastrawan dan ilmuwan. Aku harap secepatnya aku bisa merangkai diksi seperti halnya dirimu. Kamu, adalah inspirasi bagiku.
Kamu wanita, kamu cantik, tetapi kamu taklukkan hatiku dengan keindahan dan wibawa diksimu. Congratulation, you are succes!


Ma-JONES DI LUAR NEGERI

Standard
Adakah mahasiswa yang lagi baca tulisan ini? Kalo ga ada ya ga papa. Simak ceritanya aja ya. Jadi mahasiswa itu emang sedep-sedep manis. Tapi kalo buat yang jomblo ya sedep-sedep pedes. Apalagi yang namanya jomblo ngenes. Udah berkorban harta diri dan waktu untuk mejeng, nongkrong, tidur, makan di depan kampus aja masih tetep ngenes. Nah, buat lo yang Ma-JONES, Mahasiswa Jomblo Ngenes lebih baik lo terapi hati dengan tulisan gue yang judulnya ‘Agar jomblo laku di pasaran’. Tapi emang jadi mahasiswa itu asyik banget Mas Bro and Mbak Sis contohnya kayak kuliah ga perlu pake seragam. Bawa catatan cuma selembar. Pena beli dulu di potokopi deket kampus. Bangun kesiangan nongkrong aja sambil cuci mata. Besoknya masuk ditendang dosen karena banyak bolos. Pulang kerumah di marahin ortu karena di DO ga lulus-lulus. Masuk kamar kunci pintu ngupil di pojokan sambil meratapi nasib jomblo yang ga lulus. Waduh malah jadi sengsara gini ya?
By the way masa-masa mahasiswa itu emang asyik. Ga percaya coba aja tanya sama tukang parkir deket rumah lo yang dulu pernah jadi mahasiswa pasti dia jawab pertanyaan lo. Apalagi buat mahasiswa luar negeri yang hidup di luar. Yang berangkatnya aja jual sawah kayak cerita di AAC. Untung orangnya sadar diri mau belajar makanya dapet istri cantik. Tapi kalo cuman kerjaanya nongkrong sambil ngebagiin manisnya upil bareng temen-temen di cafe? Nah itu beda lagi ceritanya.
Secara gue kan kuliah di luar negeri. Apalagi sebagai orang indonesia yg mengaku berbahasa satu bahasa indonesia. Gue praktekin ke orang arab ternyata ga ada yang paham. Tapi pas gue coba sapa satu cewek dari belakang, gue kaget dia bisa bahasa indonesia! Setelah dia nengok kebelakang ternyata TKW. Ya sudahlah. Itu mah orang indonesia. Setelah gue searching di google ternyata bahasa yang dipakai di Yordania, bahasa arab. Ya sudahlah selamat tinggal untuk sementara bahasa indonesia. Nanti kita akan bersua kembali di negeri tercinta negeri ibu pertiwi.
Jadi mahasiswa asing itu ternyata susah-susah memalukan. Yang pertama emang harus jago bahasa setempat. Jangan sampai kayak temen gue ini. Sorry ya kalo lo baca tulisan ini besok traktir gue lo. Gue udah capek-capek bikin ini buat lo doang. Ceritanya kan dia mahasiswa baru jurusan islamic finance. Masuk kuliah pertama. Karena yang di masuki itu bukan makulnya tapi makul temennya secara pengen dengerin dosen aja. E tau-tau ditanya sama dosen anak baru ya? Dia jawab:
Iya Pak. Saya tamu di kelas ini kenalkan nama saya Majones biasa di panggil Jones tapi kalo bapak mau manggil Jomblo juga ga papa kok Pak. Saya terima apa adanya.
Oke terserah kamu. Kamu tadi ga izin dulu ke bapak di kelas ini?
Dia bilang ga mau Pak. Ya satu kelas ketawalah mas Bro. Masak bilangnya ga mau. Jujur banget sama dosennya. Untung dosennya ganteng dan baik hati. Kalo dia paham juga artinya jomblo ngenes pasti udah di buang ke tempat rehabilitasi lo. Banyak-banyak bersyukur ya mas bro. Gue berprasangka baik lo lagi khilaf lupa pelajaran bahasa dulu waktu di indo.
Tapi selama gue jadi mahasiswa di sini. Gue bangga. Walaupun gue jomblo juga. Kenapa? Karena gue Indonesia Mas Bro and Mbak Sis. Ceritanya gue lagi masuk kelas bahasa spanyol di hari itu juga sama kayak si Mas Majones. Wuih spanyol men. Barcelona menang juara champion musim ini and Madrid ga dapet piala. Moga aja hhe. Yang madrid jangan marah ya. Nah kali ini gue bisa unjuk gigi didepan orang-orang arab itu pas dosennya bilang Andrea Hirata. What? Andrea? Siapa itu? Jomblo juga ya? Ya elah masa ga tau dia itu penulis laskar pelangi! Tapi sayang di sayang dosennya nanyanya ke anak malaysia. Kebetulan anak malaysianya bukan novelis jadi cuman bengong doang. Dalam hati gue, arab aja tau masak dia tetangga gue ga tau. Tapi okelah ga papa. Secara, karena gue cinta tanah air langsung angkat tangan dan bilang, iya dia dari indonesia. Dosennya langsung senyum sambil bilang dalam hati untung aja tebakan gue bener kalo ga, bisa turun kredibilitas gue sebagai dosen berpengetahuan luas. Hahaha ga, ga. Pointnya disini ternyata sastrawan indonesia pun di kenal luas di dunia. (Ya iyalah masak lo ga baca bukunya di terjemahin ke banyak bahasa? Eh iya ding lupa. Ya wajar aja ya dosennya tau Andrea orang indonesia) Itu baru sastrawan belum yang lain yang perlu kita banggakan dan kita support termasuk produk-produk indonesia. Iya kan Mas Bro and Mbak Sis? Jangan lupa ya. Cintailah produk indonesia termasuk disitu jomblo-jomblo indonesia. Sekian, salam dari gue.



1 Mar 2015

LOGIKA, CINTA, DAN HARAPAN

Standard
Membicarakan cinta memang tiada habisnya. Tak lekang oleh waktu. Tak bosan diulang. Seperti aku selalu bercerita kepadamu tentang cintaku laksana cahaya dimana gelombang elektromagnetiknya merambat secara transversal pada dua buah bidang tegak lurus yaitu medan cinta dan medan rindu. Ketika gelombang cinta merambat akan mendorong gelombang rindu. Begitupun juga sebaliknya hingga cahaya itu saling menyinari hati kita yang terkadang membentuk spektrum cinta yang begitu indah berwarna. Tiada habisnya. Selalu kita nikmati dalam mimpi. Selalu kita bicarakan dalam khayalan.
Namun mencintaimu seakan diriku juga dipaksa untuk berserah diri sebelum memasuki sebuah portal bernama perasaan. Bahkan terkadang harus tega membanting logika lantas menatapnya acuh dalam tangisan sedangkan yang aku tahu hanyalah sebuah kata ‘memalukan’ tatkala aku tersadar.
Dalam posisi ini aku bukanlah diriku. Aku adalah apa yang aku rasakan. Aku dapat menjelma menjadi seribu rasa yang menuntunku menjadi aku. Kadang aku merengek seperti anak kecil. Kadang aku merajuk dalam tangisan. Kadang aku marah dalam cemburu. Kadang aku tampak lemah, kasar, cuek, perhatian, bahkan egois sekalipun. Itu semua dapat berubah-ubah dalam hitungan detik dalam frekuensi perasaan.
Tak kuasa bertahan aku pun lari kebelakang mencari logika yang tercampakkan. Berusaha aku menuntunnya keluar dari pintu perasaan mengusap air matanya yang mencoba tegar dipermalukan oleh rasa. Kini aku ditengah-tengah logika dan rasa. Aku rasa aku harus seimbang diantara keduanya. Dan cintaku padamu tetaplah laksana cahaya. Maksudku, kelak ketika harapan menjadi nyata.